Tambakberas – Peringatan Haul Masyayikh Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang dilaksanakan pada Kamis (28/8/2025) malam berlangsung khidmat di halaman Kantor Yayasan PP. Bahrul Ulum. Acara ini dihadiri para masyayikh, kiai, pengasuh, alumni, serta santri untuk mendoakan para pendiri dan penerus perjuangan pesantren.
Rangkaian acara dimulai dengan pra-acara lantunan sholawat hadratud dufuf, dilanjutkan pembukaan oleh MC. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an disampaikan oleh saudara M. Aqila Rizqy Nauval, kemudian pembacaan Yasin dan Tahlil oleh KH. Luqman Hakim Mahfudz, serta doa oleh Dr. KH. Achmad Hasan.
Bagian penting dari acara haul ini adalah pembacaan manaqib masyayikh yang disampaikan oleh Kiai Azzam Khoiruman Najib, putra KH. Nadjib Abdul Wahab atau yang akrab disapa Gus Heru. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan harapan agar doa dalam haul ini benar-benar sampai kepada para masyayikh, khususnya KH. M. Nadjib Abdul Wahab yang meski hanya hidup selama 60 tahun (1927–1987), namun meninggalkan kiprah yang sangat besar bagi umat dan bangsa.
Kiai Azzam kemudian membagi kiprah KH. Nadjib Abdul Wahab ke dalam lima segmen penting, yaitu:
1. Pendidikan – membangun tradisi keilmuan yang kuat melalui pesantren.
2. Pergerakan – terlibat dalam menggerakkan kesadaran umat untuk berjuang.
3. Ketentaraan – memiliki peran strategis dalam masa perjuangan.
4. Pondok – membesarkan pesantren sebagai basis pendidikan dan perjuangan.
5. Nahdlatul Ulama (NU) – aktif dalam memperkuat organisasi dan jamaah.
Usai manaqib, Ketua Majlis Pengasuh PP. Bahrul Ulum KH. Hasib Abdul Wahab memberikan sambutan, menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan dan meneladani nilai-nilai yang diwariskan para masyayikh.
Acara haul kemudian ditutup dengan doa khidmat yang dipimpin oleh KH. Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz.
Haul kali ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga pengingat akan kiprah besar KH. Nadjib Abdul Wahab dan para masyayikh yang telah mengabdikan hidupnya untuk agama, bangsa, dan pesantren.